0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan balita yang se-umur. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi calon ibu/remaja, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita yang stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal sehingga  dapat  mempengaruhi sumber  daya  manusia di masa  depan. Dalam  upaya  penurunan stunting, Pemerintah telah menetapkan  Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) yang bertujuan untuk mempercepat penurunan Stunting dalam kerangka kebijakan dan institusi yang ada. 

Salah satu pilar dalam strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting adalah Pilar ke-3 yaitu Konvergensi, koordinasi, dan konsolidasi program pusat, daerah, dan desa serta peran para pihak yang bertujuan untuk memperkuat konvergensi melalui koordinasi dan konsolidasi program dan kegiatan pusat, daerah, dan desa serta para pihak.  Aksi konvergensi tersebut dilakukan  dengan memulai dari proses  perencanaan, penganggaran, implementasi, pemantauan, dan evaluasi program/kegiatan. Pelaksanaan aksi konvergensi dilakukan melalui intervensi gizi spesifik (kegiatan yang langsung mengatasi terjadinya stunting seperti asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan ) dan sensitif  (upaya- upaya untuk mencegah dan mengurangi masalah gizi secara tidak langsung, yang pada umumnya dilakukan oleh sektor non kesehatan) dengan sasaran Rumah Tangga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dapat mengakses layanan 20 indikator penurunan stunting  secara lengkap (konvergen)  di lokus stunting dengan menyelaraskan berbagai  sumberdaya yang dimiliki.

Senin, 16 Januari 2023 Pemerintah Kabupaten Cilacap melakukan peninjauan langsung terhadap balita potensi stunting dan ibu hamil KEK di 269 Desa dan 15 kelurahan pada 24 Kecamatan di Kabupaten Cilacap. Dinas Sosial bersama dengan DPMPTSP, Camat, Kades serta Puskesmas Cimanggu melaksanakan monitoring langsung di Kecamatan Cimanggu untuk menilik para kader PKK Desa Cimanggu dan Desa Panimbang dalam mengolah makanan didampingi oleh Ahli Gizi dari Puskesmas Cimanggu.

Total balita penerima PMT (Pemberian Makanan Tambahan) adalah sebanyak 225 anak. Kegiatan ini diperlukan dalam rangka meningkatkan asupan gizi untuk menunjang kebutuhan gizi anak dan ibu hamil. Pemenuhan gizi anak sejak dini bahkan sejak dalam kandungan. Kebutuhan gizi akan meningkat pada fase kehamilan, khususnya energi, protein, serta beberapa vitamin dan mineral sehingga ibu harus memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsinya. Sebab, jika tidak dipenuhi asupan nutrisinya, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen. Perubahan permanen inilah yang menimbulkan masalah jangka panjang seperti stunting.

About Post Author

Admin DINSOS

Dinas Sosial Kabupaten Cilacap Jl Masjid 19 Sidanegara, Cilacap Tlp. (0282) 533346
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Admin DINSOS

Dinas Sosial Kabupaten Cilacap Jl Masjid 19 Sidanegara, Cilacap Tlp. (0282) 533346