SURVEY PENILAIAN INTEGRITAS

Penilaian SPI diambil dari 3 sumber utama yaitu hasil survei penilaian internal yang dilakukan kepada pegawai, pengguna layanan, dan penilaian para ahli/stakeholder/eksper dengan syarat minimal telah bekerja ataupun menikmati layanan dan berinteraksi dengan pemberi layanan selama sekurang-kurangnya
satu tahun.
Untuk memastikan ketiga penilaian tersebut lebih objektif, SPI juga menerapkan faktor koreksi berupa
jumlah pelaporan pengaduan, data penanganan korupsi oleh Aparat Penegak Hukum (APH), dan ada atau tidaknya pengarahan pengisian survei yang dilakukan institusi terkait saat pelaksanaan SPI. Sebagai program indikator evaluasi pembangunan, SPI telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Sehingga
pelaksanaan SPI akan dilakukan secara berkala selama kurun waktu tersebut.
Selain itu, sejak tahun 2021 SPI juga telah menjadi salah satu indikator dalam Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) dan menjadi indikator dalam mengukur sasaran terciptanya birokrasi yang bersih dan bebas KKN.
Pelaksanaan SPI tahun 2022 sendiri tidak berbeda jauh dengan SPI di tahun sebelumnya. Dimana survei dilakukan secara self-administered dengan kombinasi antara survei online dan computer assisted personal interview. Pembedaan dengan survei tahun sebelumnya, responden yang terpilih tahun ini akan menerima WhatsApp blasting dari akun dengan centang hijau dan email resmi. Kedua media ini akan
mengarahkan responden ke laman pengisian survei di spi.kpk.go.id.

Tidak diragukan lagi, kita tidak memiliki pertanyaan untuk ditanyakan yang tidak dapat dijawab. Kita harus memercayai kesempurnaan dari proses sebuah karya, dengan percaya bahwa semua keingintahuan tentang susunan banyak hal yang terbangun dalam pikiran sudah cukup memuaskan. Semua di dalam pikiran setiap orang ibarat sebuah solusi dalam bentuk hieroglif untuk banyak pertanyaan yang mungkin akan ajukan.